with a mother whose face looks so hateful!" kutipan dari sebuah wawancara pada seorang ibu.Bukan suatu hal aneh dunk kalo orangtua marah2 karena capek, pressing kerjaan ato berharap anaknya akan melebihi orangtuanya baik jalan hidup, kepandaian, ato masadepannya. Suka keluar kan marah emosi saat ngliat anak tdk sesuai harapan kita. Para ortu ini menuntut anak2 utk belajar dan meminta hasil yg `cemerlang` dan udah terbiasa juga kalo diberi perbandingan kamu harus seperti si `A` yg begini2 dst.
All mothers get angry at their children. It's normal to feel anger when we are interrupted for the tenth time or we are confronted with serious dawdling when we're in a hurry or we find a mess the children made just after we cleaned up.
Bagaimana kita mengontrol si esmosi biar tidak menjadi kekerasan pada anak ato stress pada anak? Ga mungkin ga perna sebal or stress dalam mengurus RT n anak kan....Kebetulan lagi baca ebooknya Pak Taufan ttg 3thn yg paling menentukan...disitu dijelaskan betapa tidak bagusnya effek kekerasan thdp anak. Jika kita tidak bisa mengendalikan emosi maka keluarnya adalah pukulan ataupun tindakan fisik lainnya. Tentunya gw percaya dgn teman2 yg sangat peduli terhadap perkembangan anaknya ga akan melakukan hal ini.Hasil penelitian menunjukkan pula bahwa anak balita masih belum bisa memahami
hubungan antara tindakannya yang'nakal' (menurut orangtua) dengan pukulan yang diterimanya. Anak HANYA merasakan sakit karena dipukul tanpa tahu kenapakok dipukul. Kalaupun si anak tidak lagi melakukan tindakan'nakal'-nya itu, hal ini bukan karena dia menyadari kenakalannya,tetapi lebih pada rasa takut akan dipukul lagi. Artinya, pukulantersebut sama sekali tidak bisa mendisiplinkan anak atas kesadarannya sendiri ! Nah di buku ini disarankan utk melatih disiplin anak dgn metode TIME OUT. Time-out ini biasanya dalam bentuk menyuruh anak untuk duduk disebuah kursi atau masuk ruangan tertentu dalam waktu tertentu.Panjang waktu yang paling efektif adalah disesuaikan dengan usiaanak. Misalnya, waktu time-out untuk anak usia 2 tahun adalah 2 menit, untuk anak usia 3 tahun adalah 3 menit. Jangan lama2 lho....
Setelah waktu time-out selesai, sebaiknya dijelaskan kenapa si anak dikenai time-out, dan kemudian menasehati tentang perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh anak. Keknya ngobrol pada saat anak sudah tenang ini akan memberikan hasil yang sangat efektif, dibandingkan dengan nasehat pada saat setelah anak dipukul, apalagi pada saat anak menangis. Jadi, untuk menasehati anak yang efektif itu memang perlu waktu yang tepat, yaitu pada saat emosi anak sedang tenang. Menasehati (memarahi?) anak sambil berteriak, ditambah lagi pada saat emosi anak tinggi (mis. sedang menangis), sama sekali TIDAK akan membuahkan hasil apapun !
Selain time out pada anak, bisa juga time kita berlakukan pada diri sendiri hmm....bilang aja "Mommy is angry and needs a time-out." trus ngaca deh coba liat muka2 dikau kalo lg marah hehe...syerem kan. Cooling down tarik napas biar bisa ngobrol baik2 lagi sama anak.
Caca kalo udah mulai keluar kekanak2annya, gw langsung ajak ngomong baik2, kl nangis gw
suruh diem dlm 10itungan, utk menghentikan keasikan bermainnya jg gw pake metode hitungan ato menit. Misal caca ga mau pake pyama-nya sendiri, gw itung ampe 10 ya harus selesai eh dia malah menikmati balapan ma itungan itu hehe.....karena tips2 di eBook tadi ^o^kalo gw mau marah pasti tarik napas ughhhhh tahan., sabar-sabar-sabar ^o^...kl mas Handri mah bnyk-an diemnya.Begitu sharingnya, smoga berguna, kl ada salah muhun diralat hehe....masih belajar ngdidik nih.





















